top of page

Belajar "Imperfect Beauty" dari Orang Jepang

Updated: Jul 4, 2023

Pernah mikir gak kenapa gigi gingsul begitu populer di Jepang? Padahal di sini, gigi gingsul dianggap sebagai kekurangan. Bahkan, banyak perempuan di sana yang memalsukan gigi mereka agar menjadi gingsul.


Dalam hal seni, ketidaksempurnaan juga sangat digemari. Kintsukuroi merupakan bentuk seni memperbaiki tembikar/keramik yang pecah dengan cara menambal bagian yang retak. Seni ini sudah ada sejak abad ke 15 dan masih sangat populer hingga sekarang.


Wabi-Sabi

Dalam budaya Jepang, ada nilai yang dipegang oleh mereka, "Wabi-Sabi" - tentang keindahan yang tidak sempurna, tidak kekal, tidak lengkap dan authentic/asli. Oleh karena nya, ketidaksempurnaan sangat dihargai dan dianggap unik. Bahwa itu lah yang membuat setiap orang berbeda dan... justru menjadikan seseorang / sesuatu itu sempurna dengan caranya sendiri.


Bicara kembali soal kecantikan... mari belajar dari orang Jepang untuk mengakui bahwa tidak ada kecantikan yang sempurna. Kerutan di usia 30? Itu normal. Hal ini menunjukkan bahwa kita memang bertambah dewasa dan begitu pun sel-sel di tubuh kita. Rambut keriting? Be proud. Kurang dari 20% orang di dunia memiliki rambut keriting alami.* Ada baiknya juga untuk memahami bahwa segala sesuatu itu bersifat sementara.


Jangan lagi menggunakan standar kecantikan yang ada sebagai kiblat. Everyone is unique in their own way. Ubah cara pandangmu, "ketidaksempurnaan" mu justru yang menjadikan mu "kamu" - ketidaksempurnaanku yang membuatku jadi Lala yang dikenal dan berbeda. Dan ingat, ketidaksempurnaan juga lah yang membuat kita manusia.


Have a glowing day!


*frizzoff.com

4 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2 Post
bottom of page