top of page

Kulit Sempurna Hanyalah Persepsi

Kulit buruk rupa juga hanya sebuah persepsi. Karena kecantikan itu sendiri juga hanya sebuah pendapat dan bersifat subjektif. Setiap orang punya pandangan mereka sendiri tentang apa yang dianggap cantik dan sempurna.


Beauty is in the eye of beholder

Tau gak kenapa orang Indonesia (dan Asia) sangat mendambakan kulit putih? Let's travel back to the colonial era. Pada saat itu, para penjajah berkulit putih memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada orang Indonesia asli. Mereka memiliki privilege atau hak istimewa - hidup nyaman, memiliki kekayaan dan selalu berpenampilan menarik. Sedangkan, orang Indonesia yang berkulit sawo matang tidak memiliki hak tersebut dan hidup dalam keterbatasan. Hal ini menciptakan sebuah asosiasi - bahwa orang yang berkulit putih itu dianggap lebih menarik daripada mereka yang berkulit gelap.



Lucunya, hal sebaliknya terjadi di benua lain seperti Amerika dan Eropa. Kulit gelap dianggap lebih menarik daripada kulit putih. Hal ini karena, kulit gelap mengindikasikan bahwa seseorang baru saja pergi berlibur. Sedangkan, mereka yang berkulit pucat, dianggap tidak punya cukup uang untuk berlibur. Popularitas tanned skin sangatlah besar sehingga memunculkan kekhawatiran akan berbagai efek samping, sampai-sampai sudah ada kampanye untuk menghentikan obsesi terhadap kulit gelap ini di Amerika.


Sama hal nya dengan jerawat, selalu diasosiasikan dengan tingkat kebersihan seseorang. Padahal, dikutip dari nhs.uk, sebagian besar reaksi pemicu jerawat terjadi di bawah kulit, bukan di permukaan. Sehingga kebersihan kulit tidak berpengaruh pada jerawat. Mencuci wajah lebih dari dua kali sehari hanya dapat memperburuk kondisi kulit.


Kerutan di wajah juga merupakan suatu proses yang sangat amat normal, karena setiap hari nya kita terus bertambah dewasa. Tapi kenapa ya orang gak suka dengan ini? Karena, kita selalu berpikir bahwa orang yang tua itu membosankan - dianggap tidak dapat menikmati hidup. Oleh karena itu, terlihat muda = lebih menarik.


Jadi, sebelum terpengaruh oleh suatu standar/definisi kecantikan, ada baiknya kita banyak bertanya "kenapa" dan ciptakan sendiri definisi kecantikan buatmu. If you think you are enough, what other people think about you will not matter.


Have a glowing day!



14 views0 comments

Comments


Post: Blog2 Post
bottom of page